Pemisahan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM Direspon Positif

Peneliti BRIN Prof. Syahrir Ika menanggapi positif lowongan Kementerian Koperasi dengan Kementerian UMKM. Menurutnya, publikasi ini merupakan keputusan yang tepat.

“Keputusan baik. Menggabungkan dua entitas dalam satu kementerian manajemen itu menciptakan potensi konflik yang cukup besar,” kata Syahrir dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (23/10/2024).

Menurutnya, baik Koperasi dan UMKM, masing-masing keduaya mempunyai filosofi, pengelolaan dan tujuan yang berbeda-beda. Syahrir menyebut tujuan berdirinya koperasi untuk kesejahteraan dan memberdayakan anggota bersama-sama.

“Jadi keadilan di dalam koperasi menjadi tujuan utama. Ini tidak ada di dalam tujuan UMKM,” ujarnya.

Syahrir menjelaskan, tujua utama UMKM adalah melakuka bisnis murni. Di mana UMKM seperti sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan fokus pada pertumbuhan individu.

“Itu ujung-ujungnya profitabilitas. Jadi motivasi mereka keuntungan pribadi dari pemilik modal,” ucapnya.

Sehingga, lanjutnya, jika digabung koperasi dan UMKM tidak cocok dan akan menimbulkan konflik. Sehingga optimalisasi antara koperasi dan UMKM tidak terjadi.

“Kita memajukan yang satu maka bisa memasukkan yang kedua. Kita memajukan koperasi tetapi meningkatkan UMKM,” kata Syahrir.

Sebelumnya, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto. Memisahkan Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM. Menurutnya, koperasi merupakan suatu badan usaha yang tidak seharusnya dikaitkan dengan UMKM.

“Pak Prabowo tidak ingin koperasi itu identik dengan UMKM, beliau ingin koperasi besar seperti di Amerika Serikat dan negara lainnya. Kami ingin ada satu sampai lima koperasi di Indonesia bisa besar,” katanya dalam acara serah terima jabatan di Jakarta, Senin (21/10 /2024).

Sumber
https://www.rri.co.id/bisnis/1065201/pemisahan-kementerian-koperasi-dan-kementerian-umkm-direspons-positif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *