Koperasi di Indonesia Punya Modal Senilai Rp275,06 Triliun

Sobat KUKM pasti banyak yang penasaran, berapa sih sebenarnya jumlah koperasi di Indonesia? Tak hanya itu saja, kamu juga pasti bertanya-tanya berapa sebenarnya total modal koperasi di Indonesia?

Berdasarkan data ODS (Online Data System), per 31 Desember 2023 jumlah koperasi di Indonesia tercatat sebanyak 130.119 unit. Menurut catatan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), hingga akhir 2023 permodalan koperasi telah mencapai Rp275,06 triliun. Angka itu naik dari posisi 2014 sebanyak Rp 200,66 triliun.

Peningkatan ini tentu saja tak lepas dari upaya dan terobosan yang dilakukan oleh Kemenkop UKM untuk mendukung pengembangan koperasi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Upaya dan terobosan ini juga membuat kontribusi usaha koperasi terhadap PDB nasional tumbuh dari 5,7 persen menjadi 6,2 persen di tahun 2024.

Beberapa kebijakan afirmatif yang telah diterapkan Kemenkop UKM untuk mendorong pengembangan koperasi di antaranya adalah program koperasi modern yang dilaksanakan mulai 2020 hingga 2023. Hasilnya, sebanyak 400 koperasi sudah menjelma menjadi koperasi modern. Hingga akhir 2024 ditargetkan akan bertambah menjadi 500 koperasi.

Selain itu, Kemenkop UKM juga mengusung program korporatisasi petani yang menghadirkan ekosistem hulu hilir dengan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani anggota koperasi. Dalam program ini petani menjadi penyedia bahan baku/supplier dan koperasi menjadi konsolidator dan aggregator produk pertanian dengan mencari pasar/offtaker.

Upaya ini dilakukan untuk mendorong koperasi menjadi bagian dari rantai pasok dari ekosistem bisnis dan terhubung dengan dunia usaha lain atau industri. Program hilirisasi koperasi juga didorong agar bisa menghadirkan rintegrasi dari hulu ke hilir, khususnya dalam konteks koperasi di sektor riil.

Kemenkop UKM juga menghadirkan program atau kebijakan lain dalam pengembangan koperasi yaitu pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah (M3) berbasis koperasi. Melalui program ini petani sawit akan mendapat kepastian harga Tandan Buah Segar (TBS) dan memperoleh manfaat dari proses hilirisasi CPO sehingga kesejahteraan mereka meningkat. Saat ini sudah ada lima pabrik minyak makan merah yang sedang dibangun secara mandiri oleh koperasi.

Kemenkop UKM juga mendorong program Solar Untuk Koperasi (Solusi) Nelayan agar nelayan bisa dengan mudah mendapatkan pasokan solar bersubsidi. SPBU Nelayan ini dikelola oleh koperasi. Program ini sudah berjalan di 11 titik dengan volume BBM yang disalurkan mencapai 7.300 KL.

Kemenkop UKM juga menghadirkan program revitalisasi pasar rakyat untuk memberikan akses pemasaran kepada pelaku usaha mikro dan kecil sehingga dapat membangun eksosistem bisnis di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui wadah koperasi. Dari tahun 2022 hingga 2024 telah dibangun 11 pasar melalui skema penganggaran tugas pembantuan.

Dalam rangka mendorong kelembagaan koperasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, Kemenkop UKM juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 8 Tahun 2021 tentang Koperasi dengan model Multi Pihak. Aturan ini memungkinkan koperasi mengolaborasi aneka sumberdaya seperti modal, tenaga, keterampilan, keahlian, kepakaran, berbagi modalitas lain, seraya merekognisi keberadaan kelompok-kelompok anggota sesuai dengan peran dan kontribusinya.

Nah, jika Sobat KUKM ingin mengetahui informasi lain seputar aturan terkait Koperasi dan UKM lainnya, Sobat KUKM dapat mengunjungi IG @KemenkopUKM, YouTube: KemenkopUKMRI, atau dapat menghubungi Call Center 1500 587, 021-5299 2823 atau Whatsapp Center di 0811 1450 587.

Sumber
https://www.kemenkopukm.go.id/read/koperasi-di-indonesia-punya-modal-senilai-rp275-06-triliun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *