SMESCO dan HIPPINDO Berkolaborasi Menata Ulang Akses Pasar bagi UMKM
Indonesia mengambil langkah strategis dalam membangun tata ekonomi yang lebih inklusif. SMESCO Indonesia dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membentuk ekosistem distribusi ritel yang menjembatani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan panggung utama industri ritel nasional, Jumat (25/7/2025), pada acara penutupan pameran Inabuyer B2B2G Expo 2025 di Jakarta.
Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia merupakan strategi terukur untuk merancang ulang rantai pasok, membuka akses pasar yang lebih adil, dan menjadikan etalase ritel sebagai ruang demokratisasi ekonomi—di mana produk lokal dari pelosok dapat bersaing sejajar dengan merek multinasional.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun ekosistem wirausaha yang tangguh dan terintegrasi. Melalui kolaborasi tersebut, produk-produk UMKM didorong untuk dapat bersaing di pasar modern dengan kualitas, kemasan, dan kapasitas distribusi yang sesuai dengan standar industri ritel.
Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM,Rizki Firdaus mengatakan langkah ini bukan semata memasukkan produk ke rak-rak ritel. Lebih dari itu, Smesco Indonesia menyiapkan pelaku UMKM untuk memahami ekosistem bisnis ritel dari hulu ke hilir.
Tambahnya, kolaborasi ini menjadi jawaban atas tantangan mendasar UMKM: terbatasnya akses ke pasar, minimnya literasi rantai pasok, dan ketimpangan daya saing di ruang ritel. Dengan menggandeng HIPPINDO, SMESCO berharap bisa menjembatani kesenjangan tersebut, sekaligus membuka babak baru dalam peta perdagangan dalam negeri.
Menyatukan Rantai Pasok
Nota Kesepahaman ini mencakup sejumlah program bersama, mulai dari pelatihan dan kurasi produk, pameran bersama, hingga business matching yang mempertemukan UMKM dengan mitra potensial dari kalangan ritel.
HIPPINDO sebagai asosiasi yang menaungi pelaku usaha ritel modern di Indonesia akan menjadi mitra strategis untuk memperluas jangkauan pemasaran produk-produk UMKM. Selain mendukung pengembangan akses pasar, kerja sama juga mencakup pemanfaatan Gedung Smesco sebagai ruang promosi dan kegiatan bersama, dengan skema tarif preferensial. Smesco juga akan menyediakan data pemetaan produk UMKM potensial untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kemitraan langsung.
Menguatkan Ekosistem
Transformasi UMKM membutuhkan sinergi lintas sektor dan keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil. Dengan kerja sama ini, diharapkan lahir ekosistem baru yang mendukung UMKM naik kelas secara berkelanjutan—tidak hanya di pusat kota, tetapi juga menjangkau pelosok daerah.
Nota kesepahaman berlaku selama dua tahun dan akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian teknis yang lebih rinci. Kedua pihak juga sepakat bahwa kerja sama ini bersifat non-eksklusif dan dapat dikembangkan bersama pihak lainnya.
Melalui kerja sama ini, UMKM binaan Smesco akan direkomendasikan kepada anggota HIPPINDO untuk menjajaki kemitraan jangka panjang. Narasi yang dibangun adalah kolaborasi, bukan kompetisi, antara pelaku usaha kecil dan jaringan ritel besar.


