Potensi Bisnis Ekspor Kelapa Kering untuk UKM Indonesia ke Eropa

Sobat KUKM sudah tahu belum bahwa negara-negara Eropa butuh ekspor komoditas kelapa kering, lho? Kelapa kering sangat dibutuhkan di industri makanan di Eropa, mulai dari roti, permen, hingga produk makanan sehat seperti makanan bebas gluten dan keto. Permintaan yang tinggi ini membuka peluang bagi UKM Indonesia untuk berpartisipasi dalam pasar global. Pasokan kelapa untuk industri makanan Eropa masih bergantung pada negara-negara Asia seperti Indonesia, Filipina dan India. Bagaimana potensi pasar ekspor kelapa kering di Eropa? Negara mana saja yang membutuhkan kelapa ini? Simak pembahasan lebih mendalam di artikel ini ya!

Mengapa Eropa Pasar Potensial Ekspor Kelapa?

Eropa merupakan pasar yang sangat potensial bagi kelapa kering dari Indonesia. Meskipun ada penurunan volume impor kelapa kering dalam beberapa tahun terakhir, nilai impornya justru meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa produk kelapa kering tetap dihargai dan dicari, terutama di sektor makanan yang terus berkembang. Selain itu, tren konsumsi makanan sehat dan produk berbasis tanaman di Eropa semakin meningkat, menjadikan kelapa kering sebagai bahan penting dalam diet modern, termasuk diet ketogenik.

Negara-negara Eropa juga sangat peduli dengan aspek keberlanjutan dan kualitas produk. Oleh karena itu, kelapa kering dengan sertifikasi organik atau berkelanjutan memiliki daya tarik lebih di mata para importir dan konsumen Eropa. Sobat UKM yang mampu menawarkan produk dengan sertifikasi ini dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global.

Negara-Negara Eropa yang Membutuhkan Kelapa Kering

Berikut beberapa negara di Eropa yang memiliki permintaan tinggi untuk kelapa kering:

Belanda: Sebagai pintu masuk utama impor kelapa kering di Eropa, Belanda memegang peran penting dalam distribusi produk ini ke negara-negara lain di Eropa.

Jerman: Negara dengan industri makanan besar, Jerman membutuhkan kelapa kering untuk berbagai produk makanan, seperti kue dan camilan sehat. Pengecer besar di Jerman juga banyak menjual kelapa kering dalam kemasan kecil.

Inggris: Industri makanan di Inggris sangat bergantung pada kelapa kering untuk produk-produk seperti cokelat dan permen. Pasar ritel di Inggris juga sangat potensial, dengan pengecer besar seperti Tesco yang turut memasarkan kelapa kering.

Polandia: Negara ini menjadi pasar yang berkembang pesat di Eropa Timur, dengan permintaan kelapa kering yang terus meningkat, terutama untuk industri makanan ringan dan roti.

Perancis: Kelapa kering di Perancis banyak digunakan dalam makanan penutup dan masakan internasional, yang semakin populer di kalangan konsumen. Produk kelapa kering sering ditemui di supermarket besar dan toko makanan sehat.

Belgia: Negara kecil dengan permintaan tinggi untuk kelapa kering, terutama dalam industri cokelat dan permen, yang merupakan salah satu produk unggulan Belgia di pasar internasional.

Setiap negara ini menawarkan peluang yang besar bagi UKM Indonesia yang mampu menyediakan produk kelapa kering berkualitas dan sesuai dengan standar pasar Eropa.

Performa Ekspor Produk Kelapa Indonesia

Sobat KUKM sudah mengetahui potensi bisnisnya bukan? Sekarang kita akan bahas bagaimana kinerja ekspor produk kelapa dan turunannya di Indonesia. Indonesia menempati urutan kedua negara dengan di Asia Tenggara sebagai pengekspor kelapa setelah Filipina. Berikut adalah beberapa produk kelapa dan performa ekspornya:

Kelapa Segar: Indonesia adalah eksportir terbesar kelapa segar dalam batok dengan nilai 56 juta USD.

Kelapa Parutan Kering: Indonesia adalah eksportir terbesar kedua dengan nilai 170 juta USD, namun permintaan dalam negeri tinggi.

Kopra: Indonesia menempati posisi kedua setelah Filipina dalam ekspor kopra mentah dan olahan dengan nilai masing-masing 354 juta USD dan 368 juta USD.

Gula Kelapa: Terdapat pertumbuhan ekspor signifikan sebesar 15% dari 2014-2018 dengan nilai 63 juta USD.

Sabut Kelapa: Indonesia menempati posisi ke-9 dengan nilai 11 juta USD, jauh di bawah potensi maksimalnya.

Prospek Produk Olahan Kelapa untuk Ekspor

Virgin Coconut Oil (VCO) dan Gula Kelapa merupakan dua produk kelapa yang memiliki potensi tinggi di pasar ekspor:

Virgin Coconut Oil (VCO): Produk ini memiliki permintaan tinggi di pasar internasional, terutama di Amerika Serikat dan Eropa, karena manfaat kesehatan dan kualitas premium. Namun, untuk memasuki pasar ini, produk harus memenuhi standar kualitas yang ketat, termasuk sertifikasi organik dan kualitas tinggi.

Gula Kelapa: Sebagai alternatif pemanis yang baik bagi penderita diabetes, gula kelapa semakin diminati di negara-negara maju. Dengan standar kualitas yang tepat dan sertifikasi, gula kelapa memiliki potensi besar untuk ekspor.

Perlu Tingkatkan Kualitas dan Label ‘Keberlanjutan’ untuk Ekspor ke Eropa

Sobat KUKM, ekspor kelapa kering ke Eropa adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Namun, perlu diingat bahwa untuk menembus pasar ini, Sobat KUKM harus memenuhi standar keberlanjutan dan kualitas yang ketat. Menawarkan produk kelapa kering dengan sertifikasi organik dan berkelanjutan akan membantu meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Dengan memanfaatkan peluang yang ada dan menerapkan strategi yang tepat, bisnis kelapa kering dapat menjadi salah satu pilar utama dalam ekspansi global UKM Indonesia.

Sumber
https://www.kemenkopukm.go.id/read/potensi-bisnis-ekspor-kelapa-kering-untuk-ukm-indonesia-ke-eropa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *